polaslot138
polaslot138
polaslot138

KPK mengumumkan Anggaran Khitanan Bupati Meranti untuk Pilgub Ibukota 2024

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan konstruksi perkara dugaan korupsi yang dilakukan oleh Bupati Meranti Muhammad Adil (MA).

Jakarta, CNNIndonesia

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap konstruksi kasus dugaan korupsi yang dilakukan Bupati Meranti Muhammad Adil (MA).

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, MA yang menjabat sebagai Bupati Meranti sejak 2021 hingga saat ini diduga memerintahkan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menyetor uang yang bersumber dari uang pemotongan pasokan (UP). dan pertukaran uang persediaan (GU) dari masing-masing SKPD.

Besaran pemotongan UP dan GU ditentukan oleh MA dengan kisaran 5 persen hingga 10 persen untuk setiap SKDP.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Selanjutnya simpanan UP dan GU berbentuk uang tunai dan dititipkan kepada FN yang menjabat sebagai Kepala BPKAD Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan juga sebagai Wali Amanat Mahkamah Agung.

“Uang titipan tersebut digunakan untuk kepentingan MA, antara lain sebagai dana operasional kegiatan safari politik, dan rencana pencalonan MA untuk maju ke Pemilihan Gubernur Riau tahun 2024,” kata Alexander, Jumat (7/7). /4). ).

Per Desember 2022, MA menerima kurang lebih Rp 1,4 miliar dari PT TM yang bergerak di bidang jasa perjalanan umrah. Uang tersebut diberikan FN atas kemenangan PT TM untuk proyek pemberangkatan umrah bagi para takmir di masjid yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Selain itu, agar proses audit keuangan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2022 mendapatkan predikat baik sehingga nantinya bisa mendapatkan WTP, MA bersama FN memberikan uang sekitar Rp 1,1 miliar kepada MFH selaku Ketua Riau Perwakilan Tim Pemeriksa BPK.

Sebagai bukti awal dugaan korupsi Mahkamah Agung, ia menerima uang kurang lebih Rp 26,1 miliar dari berbagai pihak.

“Tentu hal ini akan ditindaklanjuti dan didalami lebih detail oleh Tim Investigasi. Aparat akan menindak tegas para pelaku korupsi ini demi terciptanya pemerintahan yang bersih dan transparan di Kabupaten Kepulauan Meranti,” jelas Alexander.

Sebelumnya, KPK menetapkan Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil sebagai tersangka atas dugaan korupsi pemotongan anggaran, gratifikasi jasa perjalanan umrah, dan suap pemeriksa keuangan.

Tak hanya itu, KPK juga menetapkan Kepala BPKAD Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, FN, dan Perwakilan Pemeriksa BPK Provinsi Riau, Kemlu, sebagai tersangka.

(dzu)

[Gambas:Video CNN]